Gumas Dalam Tiga Smart

by -

Wabup Hadiri Natal Kerukunan Warga Hurung Bunut  di Palangka Raya

PALANGKA RAYA –  Wakil Bupati Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Efrensia LP Umbing mengingatkan bahwa Pemkab Gumas dibawah kepemimpinan Bupati Jaya S Monong mendorong tiga konsep pembangunan. Menariknya ketiga konsep itu sangat melekat dengan warga dan wilayah Desa Hurung Bunut yang berada di Kecamatan Kurun, yakni tiga SMART.

Smart itu artinya pintar atau harati. Ketiga konsep itu adalah Smart Human Resources atau Sumber Daya Manusia (SDM), Tourisme atau pariwisata dan Agro atau pertanian dalam arti luas,” katanya saat menghadiri Natal Kerukunan Warga Hurung Bunut (KWHB) di Palangka Raya pada Gereja GKE Hosiana, Palangka Raya, Rabu (15/12) lalu.

Eferensia yang juga merupakan Pembina KWHB di Palangka Raya itu menyebutkan bahwa ketiga smart ini melekat dengan Desa Hurung Bunut, sehingga patut untuk dibantu dan mendapatkan dukungan oleh banyak pihak untuk menjadikannya maju dan berhasil. Bukan saja dari pemerintah tapi juga warganya termasuk yang berada di Palangka Raya atau dimana saja.

“Untuk Smart SDM, salah satu pendukungnya adalah iman yang kuat. Untuk itu di Desa Hurung Bunut sedang dibangun gereja yang cukup besar dalam rangka mendukung keimanan warga. Apalagi tentang tourisme, Desa Hurung Bunut sejak 2016 sudah ditetapkan sebagai Desa Wisata. Demikain juga pertanian dalam arti luas,” beber mantan Kepala Dinas Keluatan dan Perikanan Kalteng ini.

Pada kesempatan itu, Efrensia juga mengingatkan terkait Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, supaya setiap warga tetap menjaga potokol kesehatan (prokes). Pihaknya juga menggencatrkan tiga T, yakni treaching, testing dan treatment, serta memassalkan vaksinasi untuk memberi kekebalan bagi warganya di seluruh Gumas.

Pun demikian dengan acara natal KWHB ini, meski diperbolehkan tatap muka, tapi diberlakukan terbatas dan prokes ketat. “Prinsipnya Natal itu adalah kasih. Karena Tuhan adalah kasih. Tema Natal tahun ini juga berbicara tentang Kasih, yakni Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaaudaraaan,” lanjutnya.

Bahkan Efrensia kembali mengingatkan nast kotbah natal oleh Pdt Agustine Mantoh yang terambil dari 1 Yohanes 4:16 yang berbuny;i Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

Apalagi menurutnya Panitia Natal KWHB telah mengambil sub tema yang sangat tepat yakni melalui perayaan natal ini Warga Hurung Bunut dapat mengeratkan kebersamaan dan kekompakan dalam bingkai persaudaraan tanpa pamrih. Juga penuh nilai-nilai toleransi. Terbukti dalam perayaan natal, juga tampil karungut yang dinyanyikan oleh Yettie, warga KWHB muslim yang tampil berhiijab.

Ketua KWHB Holdrik Nahason mengucapkan terima kasih atas perhatian semua pihak, terkhusus Pemkab Gumas terhadap Desa Hurung Bunut dan warganya termasuk yang di Palangka Raya. “Semoga tahun depan bisa ada Natal pulang kampung (buli lewu, red) di Hurung Bunut,” katanya diamini Ketua KWHB terpilih Idon Y Riwut dan Ketua Panitia Natal KWHB tahun 2022, Setni Betlina. (ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published.